Kamis, 18 Februari 2016

SUNNAH SEBAGAI SUMBER ILMU


Sunnah Sebagai Sumber
 Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan Antara Indra, Akal, dan Wahyu
Sember ilmu pengetahuan dalam pandangan para penganut aliran materialisme terbatas pada materi yang dapat ditangkap oleh panca indra atau masalah-masalah rasional yang dapat dipahami oleh akal saja. Mereka tidak mempercayai sumber ilmu pengetahuan yang lain selain kedua sumber diatas.
            Kita, orang Islam, juga mempercayai kedua sumber tersebut. Kita menganggap panca indra dan akal sebgai wahana penting, bahkan sebagai karunia yang besar yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada umat manusia agar mereka dapat memahami alam yang ada disekitar mereka. Dengan akal dan panca indra itu juga mereka dapat mengkaji dan mengerti hukum alam yang tersimpan didalamnya. Bahkan hukum dan rahasia alam semesta itu sendiri oleh Islam dianggap sebagai bukti paling kokoh dan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang telah memberikan segala-galanya kepada makhluk-Nya, lalu mereka memberikan hidayah kepada mereka.
Allah SWT berfirman:
Dan Allah telah mengeluarkan kamu sekalian dari perut ibu kalian dalam keadan tidak mengetahui apa-apa. Dan Allah telah menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu sekalian bersyukur. (al-Nahl: 78)
Dalam firman-Nya yang lain disebutkan:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggung jawaban.(al-Isra: 36)
Akal dan panca indra juga dianggap sebagai hal penting yang dikehendaki Allah SWT. “sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang belum kalian kethui.” (al-Baqarah: 30)