Sunnah Sebagai Sumber
Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan Antara Indra, Akal, dan Wahyu
Sember
ilmu pengetahuan dalam pandangan para penganut aliran materialisme terbatas
pada materi yang dapat ditangkap oleh panca indra atau masalah-masalah rasional
yang dapat dipahami oleh akal saja. Mereka tidak mempercayai sumber ilmu
pengetahuan yang lain selain kedua sumber diatas.
Kita, orang Islam, juga mempercayai kedua sumber
tersebut. Kita menganggap panca indra dan akal sebgai wahana penting, bahkan
sebagai karunia yang besar yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada umat
manusia agar mereka dapat memahami alam yang ada disekitar mereka. Dengan akal
dan panca indra itu juga mereka dapat mengkaji dan mengerti hukum alam yang
tersimpan didalamnya. Bahkan hukum dan rahasia alam semesta itu sendiri oleh
Islam dianggap sebagai bukti paling kokoh dan merupakan tanda-tanda kebesaran
Allah SWT yang telah memberikan segala-galanya kepada makhluk-Nya, lalu mereka
memberikan hidayah kepada mereka.
Allah
SWT berfirman:
Dan Allah telah mengeluarkan kamu sekalian dari perut ibu kalian dalam keadan tidak mengetahui apa-apa. Dan Allah telah menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu sekalian bersyukur. (al-Nahl: 78)
Dan Allah telah mengeluarkan kamu sekalian dari perut ibu kalian dalam keadan tidak mengetahui apa-apa. Dan Allah telah menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu sekalian bersyukur. (al-Nahl: 78)
Dalam
firman-Nya yang lain disebutkan:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggung jawaban.(al-Isra: 36)
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggung jawaban.(al-Isra: 36)
Akal dan panca indra
juga dianggap sebagai hal penting yang dikehendaki Allah SWT. “sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang
belum kalian kethui.” (al-Baqarah: 30)